Perkuat Pendampingan, Rumah Mualaf Kota Semarang Jajaki Kolaborasi dengan UIN Walisongo
Thursday, 30 July 2026
Semarang – Rumah Mualaf Kota Semarang terus memperkuat upaya pendampingan bagi para mualaf melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung KH Sholeh Darat, Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Rabu (29/7/2026).
Audiensi diterima oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Walisongo, Dr. Umul Baroroh, M.Ag., didampingi sejumlah Wakil Dekan III dari berbagai fakultas serta pimpinan lembaga. Rumah Mualaf Kota Semarang dipimpin langsung oleh Ketua H. Nur Fuad beserta jajaran pengurus.
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama yang diharapkan mampu menghadirkan pendampingan mualaf secara lebih komprehensif. Tidak hanya pada aspek pembinaan keislaman, tetapi juga mencakup pendampingan psikologis, konsultasi hukum keluarga, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga penguatan kelembagaan.
Ketua Rumah Mualaf Kota Semarang, H. Nur Fuad, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini telah memasuki tahun kelima dalam mendampingi para mualaf. Pada awal berdirinya, Rumah Mualaf berfokus pada pembinaan akidah dan keislaman bagi mereka yang baru mengucapkan syahadat.
Namun, seiring perjalanan waktu, kebutuhan para mualaf berkembang semakin kompleks. Tidak sedikit yang harus menghadapi penolakan keluarga, kehilangan pekerjaan atau sumber penghasilan, kesulitan ekonomi, hingga tekanan psikologis akibat perubahan keyakinan yang mereka alami.
"Awalnya kami hanya fokus pada penguatan akidah dan pembinaan agama. Tetapi setelah berjalan, ternyata persoalan yang dihadapi para mualaf jauh lebih kompleks, mulai dari ekonomi, keluarga, hingga pendampingan psikologis. Karena itu kami membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian," ujar Nur Fuad.
Menurutnya, UIN Walisongo merupakan mitra strategis karena memiliki sumber daya akademik dari berbagai disiplin ilmu yang dapat berkontribusi dalam pendampingan para mualaf.
"Langkah audiensi ini menjadi awal kolaborasi. Kami mengajak UIN Walisongo karena banyak bidang studi yang dimiliki kampus ini dapat bersama-sama membantu menyelesaikan problem yang dihadapi para mualaf di Kota Semarang," katanya.
Dalam pemaparan Rumah Mualaf, kerja sama yang direncanakan meliputi pendampingan psikologi, konsultasi dan pendampingan hukum, pembinaan keagamaan serta pembelajaran Al-Qur'an.
Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan manajemen dakwah dan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi mualaf, pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta membuka akses pendidikan bagi anak-anak mualaf melalui sinergi lintas fakultas dan bidang kemahasiswaan.
Wakil Rektor III UIN Walisongo, Dr. Umul Baroroh, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dibangun Rumah Mualaf Kota Semarang. Menurutnya, pendampingan terhadap mualaf merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Kami sangat mengapresiasi silaturahmi dari Rumah Mualaf. Ini menjadi peluang untuk melaksanakan tugas bersama sebagai lembaga pendidikan melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan terhadap para mualaf merupakan tanggung jawab bersama agar mereka dapat hidup sejahtera, baik di dunia maupun di akhirat," ujarnya.
Ia menambahkan, implementasi kerja sama nantinya akan disesuaikan dengan kompetensi masing-masing fakultas dan unit kerja di lingkungan UIN Walisongo. Mahasiswa juga berpeluang dilibatkan melalui program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), maupun bentuk pengabdian lainnya.
"Kerja sama ini jangan hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang terukur sehingga menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi para mualaf," tegasnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang diharapkan mampu memperluas layanan pendampingan Rumah Mualaf Kota Semarang. Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, Rumah Mualaf berharap para mualaf memperoleh pendampingan yang lebih utuh sehingga mampu menjalani kehidupan dengan lebih mandiri, berdaya, dan istiqamah.
TAGSberita

0 comments